Panduan monitoring VPS dengan Beszel di Ubuntu 24.04 LTS, lengkap dengan instalasi hub dan agent, reverse proxy, serta setup notifikasi email dan Telegram.
Kawan Belajar, masih mengelola server tanpa sistem monitoring yang terstruktur? Server kamu mungkin tetap berjalan, tetapi lonjakan CPU, kehabisan RAM, kapasitas disk penuh, atau layanan Docker yang berhenti bisa luput dari perhatian. Inilah alasan banyak administrator mulai mencari monitoring server VPS open source yang ringan, mudah diimplementasikan, dan tetap nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
Salah satu solusi yang kini semakin dilirik adalah Beszel. Platform ini mengusung konsep monitoring yang ringkas: satu hub sebagai pusat kendali dashboard, serta agent ringan yang dipasang di tiap server. Untuk kebutuhan monitoring VPS Beszel, pendekatan ini terasa efisien karena memungkinkan kamu memantau metrik server, statistik Docker, riwayat penggunaan resource, hingga menerima notifikasi cepat melalui email bahkan Telegram.
Dalam artikel ini, kita akan mengulas beszel monitoring setup secara praktis di Ubuntu 24.04 LTS, mulai dari proses instalasi awal, menghubungkan agent ke hub, hingga pengaturan notifikasi email monitoring server dan notifikasi Telegram monitoring server agar setiap insiden bisa ditangani dengan lebih sigap.
Beszel adalah platform monitoring server yang dirancang ringan dan relatif minim dependensi. Arsitekturnya berpusat pada dua komponen:
Yang membuat Beszel menarik adalah jejak resource agent yang sangat rendah. Dari sumber resminya, agent Beszel berada di kisaran memori yang sangat kecil dan nyaris tidak menambah beban CPU. Tentu, hal ini jadi pertimbangan penting untuk pengguna VPS kecil dengan RAM 1 GB sampai 2 GB, jangan sampai alat monitoring justru menjadi sumber masalah baru.
Selain ringan, Beszel juga cocok untuk skenario modern karena agent dapat membangun koneksi keluar ke hub melalui WebSocket. Pola ini memudahkan deployment pada VPS yang berada di balik firewall ketat atau NAT, tanpa harus membuka banyak port inbound di sisi server target.
Untuk kebutuhan harian, Beszel sangat cocok dipilih jika kamu ingin:
Namun, ada catatan penting. Berdasarkan evaluasi teknis kami, Beszel sangat efisien di sisi agent, tetapi hub-nya masih bertumpu pada PocketBase dan SQLite. Untuk skala kecil sampai menengah, ini biasanya masih aman. Tetapi untuk ribuan node sekaligus, bottleneck penulisan database tetap perlu diperhatikan. Jadi, Beszel ideal sebagai platform monitoring praktis dan ringan, terutama untuk homelab, tim kecil, MSP, atau pemantauan VPS pelanggan dalam skala yang masih terukur.
Sebelum masuk ke langkah teknis, pahami dulu alurnya:
Model ini membuat monitoring vps beszel terasa simpel. Kamu tidak perlu menyusun komponen terpisah untuk collector, alert manager, dashboard, dan time-series database seperti pada stack observabilitas yang lebih besar.
Untuk mengikuti panduan ini, siapkan:
sudomonitor.example.comchat_id Telegram kamu untuk tujuan notifikasiSpesifikasi minimum yang aman untuk hub kecil biasanya:
| Komponen | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| CPU | 1 vCPU | 2 vCPU |
| RAM | 1 GB | 2 GB+ |
| Storage | 10 GB SSD | 20 GB SSD |
| OS | Ubuntu 22.04 LTS | Ubuntu 24.04 LTS |
Untuk agent, kebutuhan resource jauh lebih kecil. Ini salah satu alasan Beszel menonjol sebagai monitoring server vps open source yang ramah resource.
Jika kamu ingin menjalankan dashboard monitoring pada server yang stabil dan tetap hemat biaya, Kilat VPS dapat menjadi fondasi yang pas untuk menempatkan Beszel Hub maupun agent dengan resource terisolasi dan akses root penuh.
Mulai dari pembaruan paket dasar:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
sudo apt install -y curl wget ca-certificates gnupg ufw
Kenapa langkah ini penting? Karena hub Beszel paling praktis dijalankan lewat container. Dengan Docker, update image, restart service, dan pemindahan konfigurasi jadi lebih mudah dikelola.
Jika kamu ingin menjalankan Beszel via Docker, pasang Docker terlebih dahulu. Pendekatan ini paling umum untuk install beszel ubuntu 24.04 karena lebih mudah dirawat dan di-upgrade.
Kenapa perlu dipasang sekarang? Karena seluruh contoh berikutnya memakai docker compose, jadi lingkungan runtime harus siap lebih dulu.
Pasang Docker Engine dan plugin Compose:
sudo apt install -y docker.io docker-compose-v2
sudo systemctl enable --now docker
sudo usermod -aG docker $USER
Hasil yang diharapkan: service Docker aktif dan perintah docker bisa dijalankan tanpa error command not found.
Setelah itu, login ulang atau buka sesi shell baru agar grup Docker aktif untuk user kamu.
Verifikasi:
docker --version
docker compose version
Kenapa perlu direktori terpisah? Supaya file compose dan volume data Beszel punya lokasi yang rapi dan mudah di-backup.
Buat direktori kerja:
mkdir -p ~/beszel-hub
cd ~/beszel-hub
Lalu siapkan file docker-compose.yml sederhana untuk hub:
services:
beszel:
image: henrygd/beszel:latest
container_name: beszel
restart: unless-stopped
environment:
APP_URL: http://localhost_atau_NAMA_DOMAIN_atau_IP_SERVER:8090
ports:
- 8090:8090
volumes:
- ./beszel_data:/beszel_data
- ./beszel_socket:/beszel_socket
Jalankan:
docker compose up -d
Cek status:
docker ps
docker logs -f beszel
Secara default, dashboard Beszel akan tersedia di port 8090.
Kenapa reverse proxy dilakukan dari awal? Karena port 8090 sebaiknya tidak langsung dibuka ke publik.
Untuk produksi, sangat disarankan menaruh Beszel di belakang Nginx atau Caddy. Ini penting karena Beszel tidak mengurus TLS secara native di sisi hub, sehingga pengamanan koneksi biasanya ditangani reverse proxy.
Contoh blok Nginx:
server {
server_name monitor.example.com;
location / {
proxy_pass http://127.0.0.1:8090;
proxy_http_version 1.1;
proxy_set_header Host $host;
proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
proxy_set_header Upgrade $http_upgrade;
proxy_set_header Connection "upgrade";
}
}
Setelah itu, aktifkan sertifikat Let's Encrypt sesuai workflow kamu. Jika menggunakan Caddy, proses HTTPS biasanya lebih singkat karena sertifikat dapat dipasang otomatis.
Buka dashboard Beszel dari browser melalui domain yang sudah diproteksi HTTPS. Pada login pertama, kamu akan membuat akun admin. Setelah masuk, hub siap menerima agent dari VPS lain.
Pada tahap selanjutnya kamu akan menambahkan sistem baru dan mengambil informasi koneksi untuk agent. Di versi Beszel 0.18.4 yang kami gunakan, proses ini disederhanakan melalui script instalasi agent dari dashboard.
Masuk ke VPS yang ingin dipantau, lalu siapkan sistem terlebih dahulu:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
sudo apt install -y curl ca-certificates
Kenapa agent dipasang setelah hub siap? Karena agent perlu URL hub dan token registrasi yang valid dari dashboard.
Selanjutnya, klik tombol + Add System di pojok kanan atas dashboard Beszel. Kamu akan memperoleh perintah instalasi agent yang berisi URL hub dan token atau key unik. Jalankan perintah tersebut pada VPS target.
Secara konsep, agent akan:
Pastikan kamu mengkopi perintah penambahan agent, kemudian eksekusi perintahnya di server Agent, ya! Di bawah ini kami menyontohkan penambahan server Agent menggunakan cara Docker Compose karena lebih simpel.
Hasil yang diharapkan: service agent aktif dan host baru muncul di dashboard dalam kondisi online.
Setelah agent aktif, server target akan muncul di hub. Dari sini, inti proses beszel monitoring setup sebenarnya sudah selesai. Kamu sekarang bisa melihat histori CPU, RAM, disk, dan metrik lain yang didukung.
Setelah hub dan agent aktif, langkah berikutnya adalah memastikan stack ini nyaman dijalankan jangka panjang. Untuk operasional harian, ada empat hal yang perlu kamu pegang:
restart: unless-stopped, jadi akan otomatis hidup lagi setelah reboot atau crash ringan../beszel_data harus diperlakukan sebagai data penting karena di sanalah konfigurasi dan histori disimpan.docker ps, docker logs -f beszel, dan status agent jika ada host yang tiba-tiba hilang dari dashboard.Untuk host agent, pastikan service atau container agent juga diatur agar otomatis aktif setelah reboot. Ini penting karena monitoring yang mati diam-diam justru lebih berbahaya daripada tidak memasang monitoring sama sekali.
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting secara operasional: alerting.
Dashboard monitoring tanpa notifikasi hanya berguna jika kamu sedang membuka browser. Agar insiden tidak terlewat, aktifkan email terlebih dahulu.
Secara umum, alurnya seperti ini:
Agar Beszel dapat mengirim notifikasi melalui Gmail, kamu perlu menyesuaikan pengaturan SMTP pada formulir yang tersedia di dashboard Beszel. Berikut panduan nilai yang harus diisi:
| Kolom | Nilai yang Digunakan |
|---|---|
| Sender name | Nama pengirim (contoh: Beszel Alerts) |
| Sender address | Alamat Gmail lengkap (contoh: user@gmail.com) |
| SMTP server host | smtp.gmail.com |
| Port | 587 |
| Username | Alamat Gmail lengkap |
| Password | App Password 16 karakter (lihat langkah di bawah) |
| TLS encryption | Auto (StartTLS) atau pilih StartTLS |
| AUTH method | LOGIN (jika tersedia) atau gunakan default PLAIN |
Langkah Penting: Membuat App Password
Google tidak memperbolehkan penggunaan password utama untuk integrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Beszel. Oleh karena itu, kamu harus membuat App Password dengan langkah berikut:
Masuk ke halaman Google Account Security.
Pastikan fitur 2-Step Verification sudah aktif.
Temukan menu App Passwords (Sandi Aplikasi).
Beri nama aplikasi (misalnya: Beszel Server), lalu klik Create.
Salin kode 16 karakter yang muncul, kemudian gunakan kode tersebut pada kolom Password di Beszel.
Informasi Tambahan
EHLO/HELO domain: Biarkan default (localhost) kecuali kamu membutuhkan konfigurasi domain khusus.
Pengujian konfigurasi: Setelah menekan Save changes, Beszel biasanya akan langsung mencoba mengirim email uji untuk memastikan koneksi berhasil.
Tips penting untuk notifikasi email monitoring server:
Baca juga: Cara Membuat Email Bisnis dengan Domain Sendiri di Kilat Hosting
Untuk respons yang lebih cepat, Telegram lebih praktis daripada email. Alert akan masuk ke ponsel kamu dalam hitungan detik. Berikut ini cara setup Telegram untuk menerima notifikasi alert Beszel Monitoring:
Di aplikasi Telegram:
@BotFather/newbotToken ini bentuknya mirip:
123456789:AAExampleBotTokenxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cara paling mudah untuk mengetahui Chat ID adalah dengan menggunakan bot Telegram khusus, misalnya:
https://t.me/StrukturBot
Langkah-langkah:
/start.Contoh output yang akan muncul:
๐งข From 123456789 โ ini adalah Chat ID kamu
โ๐ค @username_kamu
Catatan:
Salin angka pada bagianFromโ itulah Chat ID yang akan digunakan untuk konfigurasi notifikasi.
Masuk ke menu notifikasi Beszel. Lokasinya di Settings > Notifications lalu klik +Add URL. Contoh:
telegram://TOKEN-BOT-KAMU@telegram?chats=CHAT-ID-KAMU&parsemode=html
Setelah tersimpan, kirim test message. Jika berhasil, kamu sudah menuntaskan notifikasi telegram monitoring server pada stack Beszel kamu.
Supaya notifikasi tidak berubah menjadi spam, gunakan pendekatan berikut:
Ini penting karena sistem alert yang terlalu sensitif justru menimbulkan alert fatigue. Akibatnya, notifikasi benar-benar penting bisa diabaikan.
Berdasarkan evaluasi teknis kami, ada beberapa hal yang perlu dijaga saat menjalankan Beszel:
Semua akses ke hub sebaiknya lewat reverse proxy dengan TLS. Ini penting untuk dashboard, login admin, dan lalu lintas agent jika kamu menggunakannya di balik domain publik.
Jika memungkinkan:
Pada evaluasi kami, ada risiko jika konfigurasi berbagi semua sistem diaktifkan secara tidak sengaja. Untuk deployment multi-tenant atau banyak user, cek ulang setting isolasi akses dan hindari konfigurasi yang membuat semua sistem terlihat oleh semua akun.
Beszel lebih cocok untuk monitoring operasional harian dibanding analitik jangka sangat panjang. Jika kamu membutuhkan histori metrik berbulan-bulan atau tahunan untuk audit dan kapasitas, Beszel mungkin perlu dilengkapi dengan solusi lain.
Berikut beberapa kasus yang sering muncul saat setup beszel monitoring server:
Contoh gejala:
agent disconnected
system offline
Kemungkinan penyebab:
Langkah cek:
systemctl status beszel-agent
journalctl -u beszel-agent -n 100 --no-pager
Jika agent dijalankan lewat container:
docker logs -f beszel-agent
Solusi: pastikan URL hub mengarah ke domain HTTPS yang benar, token registrasi masih valid, dan reverse proxy sudah meneruskan header Upgrade serta Connection.
Contoh gejala:
websocket: bad handshake
unexpected EOF
Biasanya terkait:
Cek header upgrade pada konfigurasi Nginx dan pastikan domain yang dipakai agent valid serta dapat di-resolve dari VPS target. Jika perlu, uji DNS dari VPS target dengan ping atau curl -I https://domain-monitoring-kamu.
Contoh gejala:
SMTP authentication failed
connection timed out
Periksa:
Untuk banyak kasus, kegagalan email bukan pada Beszel, melainkan pada konfigurasi SMTP atau kebijakan provider email. Coba kirim test email lagi setelah memperbaiki port, TLS, atau app password.
Contoh gejala:
400 Bad Request
chat not found
Periksa:
chat_id benarTes manual dengan API Telegram sering membantu memisahkan masalah integrasi dari masalah aplikasi. Jika bot ada di grup, pastikan bot memang punya hak kirim pesan dan chat_id yang dipakai adalah ID grup, bukan ID akun pribadi.
Jika kamu baru mulai, gunakan pola sederhana berikut:
Jika lingkungan kamu mulai membesar, pisahkan hub dari workload lain dan gunakan storage yang baik. Meskipun agent Beszel sangat hemat resource, hub tetap perlu fondasi yang stabil agar dashboard dan alert tidak ikut terganggu saat beban naik.
Untuk kebutuhan monitoring vps, Beszel menawarkan kombinasi yang menarik: ringan, cukup modern, mudah dipasang, dan tidak memaksa kamu membangun stack observabilitas yang terlalu kompleks. Ini menjadikannya pilihan kuat untuk monitoring server linux, terutama di Ubuntu 24.04 LTS.
Jika tujuan kamu adalah ingin memiliki sistem pemantauan resource (CPU, RAM, Docker, hingga Disk) di server dan mendapatkan dashboard metrik plus notifikasi email monitoring server atau notifikasi telegram monitoring server tanpa konfigurasi yang rumit, maka Beszel layak dicoba. Ia sangat cocok untuk admin yang menginginkan visibilitas server tanpa overhead operasional berlebihan.
Tetap ingat dua hal: amankan hub dengan reverse proxy plus HTTPS, dan pahami bahwa Beszel paling nyaman untuk monitoring operasional ringan hingga menengah. Jika dipasang dengan benar, Beszel bisa menjadi pusat monitoring server vps open source yang efisien dan praktis untuk tim kamu.
Ya, Beszel adalah platform monitoring open source yang bisa digunakan secara gratis. Kamu bisa memasangnya sendiri di VPS atau server pribadi tanpa biaya lisensi. Biaya yang biasanya tetap ada hanyalah biaya infrastruktur seperti VPS, domain, dan layanan email atau Telegram bot jika dibutuhkan dalam workflow operasional kamu.
Bisa. Beszel dirancang untuk memantau banyak server dari satu hub terpusat, sehingga cocok untuk beberapa VPS sekaligus. Namun, kapasitas nyatanya tetap bergantung pada resource server hub, konfigurasi alert, dan beban tulis database. Untuk skala kecil hingga menengah, Beszel sudah sangat memadai.
Bisa, tetapi Docker adalah metode yang paling praktis dan paling sering dipilih karena mempermudah deployment, update, dan pemeliharaan. Jika kamu ingin menjalankan Beszel tanpa Docker, kamu perlu mengikuti pendekatan instalasi manual sesuai komponen yang digunakan dan menyiapkan service-nya sendiri di sistem operasi.
Bisa. Satu bot Telegram dapat dipakai untuk menerima notifikasi dari banyak server yang terhubung ke Beszel Hub yang sama. Kamu juga bisa mengarahkan alert dari beberapa server ke satu grup Telegram operasional, sehingga semua insiden terpusat dalam satu channel. Agar tetap rapi, gunakan nama host yang jelas pada format pesan alert.
Jangan ragu untuk menghubungi tim support kami jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah terkait layanan CloudKilat.