Apa Itu Cache DNS dan Mengapa Harus Dihapus?
Halo, Kawan Belajar!
Cache DNS adalah penyimpanan sementara data DNS pada perangkat. Meskipun membantu mempercepat akses website, cache yang usang atau rusak bisa memicu masalah akses dan error DNS seperti:
- Error DNS, seperti DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN atau Server Not Found
- Perubahan domain tidak terbaca, misalnya karena IP website berubah
- Ancaman keamanan, seperti DNS spoofing
Cara Membersihkan Cache DNS di Windows
1. Melalui Command Prompt
Langkah-langkah:
- Tekan
Win + R, ketikcmd, lalu tekan Enter.
- Ketik perintah berikut:
ipconfig /flushdns
- Jika berhasil, akan muncul pesan seperti:
2. Melalui Windows PowerShell
Langkah-langkah:
- Buka PowerShell sebagai Administrator.
Tekan tombol Windows, cari PowerShell, lalu klik Run as administrator.
- Jalankan perintah:
Clear-DnsClientCache
Cara Membersihkan Cache DNS di Linux
Langkah tergantung pada sistem dan layanan DNS yang digunakan:
1. Ubuntu/Debian (systemd)
sudo systemctl restart systemd-resolved
2. Ubuntu 16.04 atau Sebelumnya (dnsmasq)
sudo /etc/init.d/dns-clean restart
3. CentOS/RHEL
- CentOS 7 atau lebih baru:
sudo systemctl restart NetworkManager
- Jika menggunakan nscd:
sudo service nscd restart
Tips Tambahan Jika Cache DNS Masih Bermasalah
- Restart router — cache jaringan juga dapat mengganggu koneksi.
- Ganti DNS Server — gunakan DNS publik seperti Google (
8.8.8.8) atau Cloudflare (1.1.1.1). Panduan lengkapnya bisa dibaca disini: Cara Mengganti DNS Server ke Google DNS atau Cloudflare pada Windows dan Linux
Kesimpulan
Flush cache DNS dapat mengatasi berbagai error akses website, memperbarui domain, dan meningkatkan keamanan koneksi. Panduan ini mencakup metode lengkap untuk sistem Windows dan Linux agar kamu dapat mengakses kembali website dengan lancar.
Jika kamu memerlukan bantuan lebih lanjut terkait panduan ini, silakan hubungi tim support CloudKilat melalui email info@cloudkilat.com atau buat tiket melalui Portal Client Area.